Sabtu, 27 Juli 2019

MANFAAT KIMIA DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI

Nama kelompok:

RENDY MEIDIKA SAPUTRA
M. RISKY ARDIANSYAH
YOHANES JULIO




“Manfaat Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari”

Berbicara tentang kimia, tanpa disadari atau tidak sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari manusia dikelilingi oleh kimia. Banyak sekali hal-hal yang terkait dengan kimia dalam kehidupan manusia sehari-hari, mulai dari makanan, pakaian, bahan bakar, obat-obatan, bahan bangunan, bahan industri, dan bahan produk yang melibatkan ilmu kimia.  Ilmu kimia merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat-sifat, struktur, komposisi, dan perubahan materi. Ilmu kimia sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia sehari-hari.
Setiap orang mempunyai pandangan tersendiri terhadap ilmu kimiadan peranan ilmu kimia bagi kehidupan. Ada yang berpandangan negatif, ada pula yang berpandangan menerima kehadirannya. Mereka yang berpandangan negatif adalah orang-orang yang belum memahami betapa pentingnya peranan ilmu kimia dalam kehidupan, kurangnya ilmu pengetahuan tentang ilmu kimia bisa menjadi penyebab utamanya. Mereka menganggap bahwa hal-hal yang berkaitan dengan kimia akan berhubungan dengan zat-zat berbahaya yang mengandung racun. Berikut ini adalah bahan kimia yang digunakan sehari-hari dalam kehidupan manusia.

Bahan Kimia dalam Rumah Tangga
Di dalam rumah tangga, penggunaan bahan kimia banyak digunakan dan sering kali tanpa disadari. Bahan kimia rumah tangga secara umum dikelompokkan sebagai bahan pembersih, bahan pemutih, bahan pewangi, dan bahan pembasmi serangga.
1.       Bahan Pembersih
Banyak jenis bahan pembersih yang digunakan dalam rumah tangga, seperti pembersih pakaian, tubuh, lantai, dan kendaraan. Pembersih apakah yang digunakan di rumahmu?
a. Sabun
Sabun pada rumah tangga secara garis besar digunakan untuk mencuci dan mandi. Banyak jenis sabun yang beredar di masyarakat baik dari bentuk maupun mereknya. Sabun mandi merek apa yang kamu gunakan? Mengapa kamu memilih sabun tersebut?



1) Sabun cuci dan detergen
Tahukah kamu bahan baku pembuatan sabun cuci? Pembuatan sabun cuci menggunakan minyak kelapa atau minyak sawit, lemak hewan, dan natrium hidroksida (NaOH) sebagai bahan utamanya.
Kemudian, ditambahkan dengan bahan pewarna dan pewangi, seperti minyak sereh, parfum lavender, dan jeruk nipis. Samakah bahan utama sabun pencuci pakaian dengan pencuci piring?
Bahan pembuat detergen biasanya menggunakan natrium hidroksida dan benzena sulfanat sebagai pengganti minyak kelapa. Kemudian, campuran ini ditambahkan natrium karbonat, natrium silikat, pewarna, dan pewangi.
Hasilnya, berbentuk pasta (sabun colek), sedangkan butiran–butiran kecil pada detergen didapat dengan mengeringkan pasta, lalu ditiup dengan menggunakan alat.
Tidak hanya pakaian dan piring yang mempunyai sabun pencuci, kendaraan juga mempunyai sabun pencuci khusus yang meng hasilkan sedikit busa dan mengandung zat yang mengilapkan kendaraan. Mengapa detergen pakaian kurang baik untuk mencuci kendaraan?
2) Sabun mandi
Sabun mandi mempunyai bahan yang sama dengan sabun cuci, tetapi natrium hidroksida (NaOH) diganti dengan kalium hidroksida (KOH) karena sifat kalium hidroksida lebih lunak terhadap kulit. Kemudian, bahan tersebut ditambahkan zat pewarna, aroma pewangi atau terapi, dan zat pelembab (mouisturizer).
Sabun mandi dapat dibagi menjadi sabun mandi buat tubuh dan sabun pembersih muka. Sabun pembersih muka sering ditambahkan zat antijerawat, madu, dan zat pelembab yang lebih banyak untuk menghindari kulit kering pada wajah. Apakah kamu menggunakan sabun pembersih muka?

b. Pasta Gigi
Bahan utama pasta gigi adalah potasium hidroksida atau kalium hidroksida (KOH), natrium karbonat sebagai pengawet, gliserin sebagai pengganti minyak kelapa, dan tepung talk untuk membuat padat.
Pada campuran tersebut ditambahkan minyak permen atau mentol dan gula pasir. Kemudian, ditambahkan fluor dan sering dilengkapi dengan CaGP (Calsium Glyserophosphate) serta Sodium Monofluorophosphate.

c. Pembersih Lantai
Bahan utama perbersih lantai adalah bahan yang bersifat disinfektan atau pembasmi hama, terutama bakteri patogen, spora jamur, dan bakteri lain yang sering terdapat di lantai rumah kita.
Bahan utama yang banyak digunakan untuk pembersih lantai adalah karbol, selain isopropanol, kresol, dan formaldehid. Kemudian, diberi tambahan bahan pembersih (sabun), pewangi, dan pewarna.
Zat disinfektan atau pembunuh kuman penyakit diantaranya adalah benzalkonium klorida. Air merupakan bahan terbanyak untuk bahan pembersih lantai. Ketika akan dipakai, disinfektan harus diencerkan dengan menambahkan air secukupnya. Disinfektan apa yang digunakan di rumahmu?

d. Sampo
Bahan pembuatan sampo adalah bahan pembuat sabun mandi yang biasanya ditambahkan dengan bahan–bahan alami, seperti urangaring untuk menghitamkan rambut, lidah buaya untuk menyuburkan rambut, dan sari jeruk nipis untuk menghindari gatal–gatal pada kulit kepala.

2.       Bahan Pemutih

Pemutih pakaian digunakan untuk menghilangkan noda membandel yang menempel pada pakaian, serta dapat membunuh bakteri. Pemutih tersedia dalambentuk larutan maupun serbuk. Pemutih juga digunakan sebagai disinfektan.
Pemutih yang beredar dipasaran, umumnya mengandung senyawa hipoklorit sebagai bahan aktifnya. Latutan pemutih mengandungsenyawa natrium hipoklorit (NaClO) dengan kadar 5,25 % ; sedangkan serbuk pemutih mengandung senyawa kalsium hipoklorit, Ca(ClO)2. Senyawa hipoklorit mudah melepaskan klorin. Dalam kadar tinggi klorin dapat merusak pakaian. Pemutih Hipoklorit tidak baik untukbahan poliester, sebab lebih memberikesan kuning daripada memutihkan. Pemutih merupakan bahan kimia yang sangat reaktif. Mencampur bahan pemutih dengan bahan rumah tangga lainnya dapat sangat berbahaya. Misalnya, jika pemutih dicampur dengan pembersih klosetyang mengandung asam klorida dapat menghasilkan gas klorin. Gasklorin dapat merusak saluran pernafasan, dan jika kadarnya cukup besar dapat mematikan. Mencampur pemutih dengan ammonia juga menghasilkan gas beracun, yaitu kloramin (NH2Cl) dan hidrazin (N2H4). Oleh karena itu jangan sekali-kali mencampur pemutih dengan bahan lain tanpa petunjuk atau pengetahuna yang jelas.

3.       Bahan Pewangi
Senyawa yang digunakan sebagai bahan pewangi biasanya diperoleh dari alam, misalnya tananman melati dan mawar. Namun para ahli juga berupaya mendapatkan senyawa buatan (sintesis) yang lebih murah daripada yang alami. Seiring dengan perkembangan zaman, penggunaan ini semakin berkembang. Pewangi atau parfum digunakan pada setiap produk, mulai dari produk kebutuhan wanita, hingga produk kebutuhan rumah tangga
seperti cairan pembersih bahkan obat anti nyamuk. Produk yang memiliki wewangian yang khas dan menarik memang cukup digemari oleh masyarakat, karena memang kesan bersih, segar dan menyenangkan akan ditimbulkan dari wewangian tersebut. Namun apakah penambahan zat pewangi atau parfum pada beberapa produk harian atau kosmetik tersebut aman bagi penggunanya? Bagaimana dengan ibu hamil yang mengirupnya apakah wangi tersebut benar-benar murni terbuat dari campuran bunga dan buah seperti yang dicantum pada kemasan atau pada iklan produk tersebut. Mungkinkah kita mendapatkan wewangian yang benar-benar asli dan aman dengan harga yang sangat murah?



4.       Bahan Pembasmi Serangga

             Kita sering menggunakan obat nyamuk untuk mengusir nyamuk, begitupun petani yang menggunakan obat pembasmi serangga untuk membunuh belalang, atau kumbang penggerek. Bahan Pembasmi serangga tergolong zat yang bersifat racun. Zat ini tidak hanya beracun bagi serangga, tetapi juga bagi berbagai jenis hewan lain, bahkan bagi manusia. Adapun macam-macam obat pembasmi serangga yaitu Dichloro Diphenyl Trichloroethana (DDT), aldrin, dieldrin, dan endrin. Meskipun demikian, obat                 pembasmi serangga juga berbahaya jika digunakan secara berlebihan. Efek samping obat pembasmi serangga dalam dunia pertanian dapat merusak kesehatan karena terutama kesehatan petani yang menggunakannya. Oleh karena itu sebaiknya diperhatikan cara pengggunaannya. DDT yang sering digunakan dirumah terutama untuk membasmi nyamuk.                                                                X TKJ 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar